Hari Kelima Pencarian Korban KM Virgo, Keluarga Aldo Masih Harapkan Mukjizat

Hari Kelima Pencarian Korban KM Virgo, Keluarga Aldo Masih Harapkan Mukjizat
Ibu Aldo, Nurhandayani menunjukkan foto terakhir yang dikirimkan sang anak sebelum berangkat menggunakan kapal Virgo. (Daerah/Indah Septiyaning Wardani)

Lenteranusa.net, KARANGANYAR — Hari kelima pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa menjadi penantian panjang bagi keluarga tiga pemuda asal Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Keluarga Aldo Nurahmansyah, 19, masih berharap ada mukjizat sehingga Aldo dan dua temannya dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

Aldo bersama Jevon Joechelin Jotham, 19, dan Ahda Dhiyaurohman, 18, berangkat menuju Banjarmasin untuk mencari pekerjaan di perkebunan kelapa sawit. Ketiganya masih dalam pencarian setelah kapal yang mereka tumpangi dilaporkan tenggelam di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari.

Bude Aldo, Ranur Mardini, mengatakan hingga hari kelima pencarian keluarga masih menunggu informasi mengenai keberadaan keponakannya. Dia berharap tim SAR dapat menemukan para korban sehingga keluarga memperoleh kepastian.

“Bismillah, semoga Aldo masih selamat. Kalau memang itu yang terburuk, semoga jasadnya segera ditemukan,” ujar Ranur didampingi ibu Aldo, Nurhandayani, saat ditemui di kediamannya, Kamis (17/9/2026).

Ranur mengaku tidak memiliki firasat khusus sebelum Aldo berangkat. Bahkan setelah mendapat kabar mengenai kapal tenggelam, dia juga tidak mendapatkan mimpi atau petunjuk mengenai keberadaan Aldo.

“Saya sudah tahajud, sudah wiridan, sudah apa. Biasanya saya punya feeling khusus, tetapi ini sama sekali tidak ada gambaran. Tidak ada petunjuk anak ini di mana,” tuturnya yang sudah mengasuh Aldo sejak lahir.

Meski demikian, keluarga tetap berusaha mengikuti perkembangan proses pencarian. Ranur mengatakan pihak keluarga masih menunggu kepastian dari tim SAR mengenai kondisi para korban yang belum ditemukan.

Menurut dia, kondisi kapal yang terbalik membuat keluarga hanya bisa berharap proses pencarian dapat memberikan hasil. Ranur menyebut kemungkinan korban yang masih berada di dalam kapal menjadi salah satu hal yang terus dipikirkan keluarga.

“Kalau memang masih ada di dalam kapal, tidak bisa bergerak. Entah hidup entah mati. Kalau hidup, ya itu mukjizat,” katanya.

Bagi Ranur, komunikasi terakhir dengan Aldo sebelum berangkat menjadi kenangan yang terus teringat. Pada Jumat (11/9/2026), sebelum Aldo berangkat, keduanya sempat berkomunikasi melalui telepon. Saat itu Aldo meminta uang untuk bekal makan selama perjalanan. Ranur kemudian mengirimkan uang kepada Aldo.

Sebelumnya, Ranur sebenarnya sempat melarang Aldo berangkat. Dia berharap Aldo menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu. Aldo masih berstatus pelajar dan sebelumnya memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan serta bekerja di Jepang.

Namun, rencana tersebut berubah. Aldo mengatakan kepada keluarganya ingin bekerja di perkebunan sawit terlebih dahulu untuk mengumpulkan uang. Setelah itu, dia berencana melanjutkan sekolah pelayaran.

“Dia bilang mau mencari uang dulu di sawit setahun. Setelah itu mau sekolah pelayaran. Katanya mau menata masa depan,” ujar Ranur.

Sebelum meninggalkan rumah, Aldo juga sempat menyampaikan pesan kepada Ranur agar menjaga kesehatan.

“Jaga kesehatan ya. Aku mencari uang. Doakan aku supaya sukses, aku pulang bawa uang, beli rumah,” kata Ranur menirukan pesan Aldo.

Kepada adik-adiknya, Aldo juga berpesan agar menjaga ibu dan tidak keluar rumah pada malam hari. Pesan-pesan tersebut kini menjadi kenangan bagi keluarga yang masih menunggu kepastian keberadaannya.

Ranur mengatakan Aldo juga sempat berpamitan kepada sejumlah tetangga sebelum berangkat. Bahkan, Aldo sempat mengucapkan kalimat yang membuat keluarga teringat hingga kini.

“Dia bilang, ‘Aku mau pergi, terakhir ora bali meneh’ (saya mau pergi, terakhi

Leave a Reply