Library Festival Vol. 2 UIN Saizu Tampilkan Budaya Enam Daerah Nusantara

Library Festival Vol. 2 UIN Saizu Tampilkan Budaya Enam Daerah Nusantara
Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) UIN Saizu mengadakan Library Festival Vol. 2 yang menghadirkan budaya di Indonesia. (Istimewa)

Lenteranusa.net, PURWOKERTO-Suasana berbeda terlihat di Lobi Gedung S Kampus 2 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto pada Selasa (23/6/2026). Ratusan pengunjung tampak antusias mengunjungi berbagai stand budaya dalam kegiatan Library Festival Vol. 2 bertema Wisata Nusantara: Mengenal Budaya, Menguatkan Karakter Bangsa.

Kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) UIN Saizu itu menampilkan enam stand yang menampilkan budaya dan potensi wisata dari Sumba, Tana Toraja, Jakarta, Semarang, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali. Para pengunjung diajak menjelajahi keberagaman Indonesia tanpa harus meninggalkan area kampus.

Sejak pagi, stand-stand pameran dipadati mahasiswa, dosen, hingga tamu undangan yang ingin melihat secara langsung hasil karya mahasiswa semester 2 PSI kelas A dan B. Berbagai miniatur destinasi wisata, poster informatif, hingga dekorasi tematik berhasil menarik perhatian pengunjung.

Tidak sedikit pengunjung yang berhenti cukup lama di setiap stand untuk membaca informasi, mengabadikan momen, hingga berdiskusi dengan mahasiswa mengenai budaya dan destinasi wisata yang ditampilkan. Keunikan setiap daerah semakin terasa dengan hadirnya pakaian adat serta makanan khas yang menjadi bagian dari identitas budaya masing-masing wilayah.

“Ketika masuk ke area pameran, rasanya seperti sedang berkeliling Indonesia dalam satu tempat. Setiap stand memiliki ciri khas yang berbeda dan informasinya disajikan dengan sangat menarik,” ungkap Imam Bukhori, Mahasiswa Prodi Informatika yang mengunjungi pameran.

Berbeda dengan pameran pada umumnya, mahasiswa tidak hanya menyajikan informasi dalam bentuk tulisan. Mereka mengemas ulang berbagai informasi wisata dan budaya menjadi media visual yang lebih interaktif dan mudah dipahami. Miniatur objek wisata, display tiga dimensi, hingga penggunaan teknologi informasi membuat pengunjung lebih mudah memahami karakteristik masing-masing daerah.

Konsep tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena pengunjung tidak sekadar membaca informasi, tetapi juga memperoleh pengalaman visual yang lebih nyata. “Penyampaian informasinya kreatif. Ada miniatur, dekorasi budaya, dan penjelasan yang mudah dipahami. Jadi tidak membosankan seperti membaca informasi biasa,” ujar Nasya Talitha, mahasiswa Prodi Arsitektur.

Library Festival Vol. 2 juga menunjukkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya Indonesia. Berbagai media informasi digital yang digunakan mahasiswa membuat penyajian materi menjadi lebih modern dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Pengunjung dapat memperoleh informasi secara cepat, menarik, dan interaktif.

Pendekatan tersebut membuktikan bahwa budaya lokal dapat dikemas secara inovatif tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional yang terkandung di dalamnya. Selain menjadi sarana edukasi, pameran ini juga memberikan pengalaman kebangsaan bagi para pengunjung. 

Melalui keberagaman budaya yang ditampilkan, pengunjung diajak memahami pentingnya toleransi, persatuan, dan rasa bangga terhadap identitas bangsa. Setiap stand menghadirkan cerita, tradisi, dan keunikan daerah yang berbeda, sehingga memberikan gambaran nyata tentang kekayaan budaya Indonesia. 

Banyak pengunjung mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai daerah-daerah yang sebelumnya belum pernah mereka ketahui secara mendalam. Dosen Manajemen Lembaga Informasi, Rheza Ega Winastwan, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang menekankan penerapan teori ke dalam praktik nyata.

“Intinya acara tersebut bagian dari penerapan kurikulum OBE, yang mana mahasiswa bisa menerapkan teori di kelas yang diwujudkan dalam bentuk pameran. Penekanannya tentang kemas ulang informasi,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila, Vierri Adam Aziz, menilai kegiatan tersebut berhasil mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan nilai-nilai kebangsaan dan pelestarian budaya. Melalui pengalaman yang diperoleh selama mengunjungi pameran, para pengunjung tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga pengetahuan baru mengenai wisata dan budaya Nusantara.

Library Festival Vol. 2 pun menjadi bukti bahwa kreativitas mahasiswa UIN Saizu mampu menghadirkan ruang edukasi yang menarik, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia di era digital. (NA)

Leave a Reply