Wakil Ketua Kadin Saleh Husin Nilai Suahasil Nazara Tepat Jadi Menteri Keuangan

Wakil Ketua Kadin Saleh Husin Nilai Suahasil Nazara Tepat Jadi Menteri Keuangan
Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) periode 2019-2023 Saleh Husin bersama Suahasil Nazara. (Istimewa)

Lenteranusa.net, JAKARTA — Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) periode 2019-2023 Saleh Husin menilai penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan merupakan langkah tepat di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Suahasil Nazara dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Ia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam reshuffle kabinet.

Saleh mengatakan pengalaman Suahasil di Kementerian Keuangan menjadi modal penting untuk menjalankan kebijakan fiskal dan ekonomi makro. Menurut dia, pengalaman tersebut memungkinkan Suahasil bergerak cepat dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.

“Saya kira dalam situasi ekonomi global yang masih terus bergejolak dan penuh ketidakpastian, penunjukan Prof. Suahasil sebagai Menteri Keuangan adalah langkah yang sangat tepat,” kata Saleh yang dikutip dari keterangan tertulis.

Ia menilai Suahasil memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan, termasuk pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Latar belakang tersebut dinilai menjadi bekal untuk merumuskan kebijakan yang mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Saleh yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Perindustrian menyebut Suahasil memiliki latar belakang akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI).

Menurut dia, salah satu tantangan utama pemerintah adalah memastikan sektor industri dan perdagangan tetap bergerak sehingga pertumbuhan ekonomi dapat terjaga dan mendukung target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo.

“Beliau juga seorang akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal sehingga mengetahui bagaimana cara menggerakkan sektor industri dan perdagangan agar mesinnya terus bergerak,” ujar Saleh.

Dia menambahkan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Sektor swasta, khususnya industri dan perdagangan, menurut dia, merupakan mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan roda perekonomian.

Karena itu, kebijakan fiskal tidak hanya perlu memperhatikan pengelolaan keuangan negara dan hubungan keuangan pemerintah pusat dengan daerah, tetapi juga harus menciptakan iklim yang mendukung aktivitas dunia usaha.

“Bagaimanapun dalam menggerakkan roda ekonomi bangsa Indonesia, pemerintah juga membutuhkan sektor swasta yang merupakan mitra strategis,” katanya.

Ia berharap Suahasil mengedepankan kebijakan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi atau pro-growth. Kebijakan tersebut dinilai penting agar aktivitas industri dan perdagangan terus berkembang dan tidak terhambat.

“Semoga Prof. Suahasil terus mengedepankan kebijakan yang pro-growth untuk langkah-langkah ke depan,” ujar Saleh.

Leave a Reply