Surutnya Bengawan Solo Hadirkan Pesona Baru di Bendungan Colo

Surutnya Bengawan Solo Hadirkan Pesona Baru di Bendungan Colo
Anak-anak bersepeda melintasi jembatan Bendungan Colo, Nguter, Sukoharjo, Sabtu (1/8/2026). Surutnya debit Bengawan Solo saat musim kemarau menghadirkan panorama berbeda di Bendungan Colo yang dimanfaatkan warga untuk memancing, bersantai, hingga menikmati suasana sore. (Daerah/J Howi Widodo).

Lenteranusa.net, SUKOHARJO — Sabtu sore (1/8/2026) menjadi waktu yang dinanti banyak warga di Bendungan Colo, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Saat terik matahari mulai mereda, kawasan bendungan dipenuhi masyarakat yang datang untuk memancing, bersantai bersama keluarga, hingga sekadar memandangi aliran Bengawan Solo yang berubah wajah akibat musim kemarau.

Surutnya debit Bengawan Solo menghadirkan panorama yang berbeda dari biasanya. Beton-beton pemecah arus yang selama musim hujan tertutup air kini muncul ke permukaan, menciptakan ruang terbuka yang dimanfaatkan anak-anak untuk bermain dan remaja bersepeda. Di sisi lain, warga yang hobi memancing maupun menjala ikan memanfaatkan kondisi sungai yang lebih dangkal untuk mencari ikan air tawar. Pemandangan tersebut menjadikan Bendungan Colo tetap hidup meski musim kemarau tiba.

Fenomena ini tidak lepas dari pengaturan debit air yang dilakukan Perum Jasa Tirta I. Selama musim kemarau, debit air yang dialirkan melalui Bendungan Colo dikurangi dari 18 meter kubik per detik menjadi 16 meter kubik per detik. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan air irigasi bagi sekitar 25.000 hektare lahan pertanian di wilayah Soloraya hingga Ngawi agar kebutuhan air selama musim kemarau tetap terpenuhi.

Di balik fungsi utamanya sebagai infrastruktur pengairan, Bendungan Colo juga menjelma menjadi ruang publik yang akrab dengan kehidupan masyarakat. Tanpa wahana hiburan modern, kawasan ini menawarkan pengalaman sederhana yang justru menjadi daya tarik. Semilir angin sore, panorama Bengawan Solo, aktivitas memancing, hingga suasana matahari yang perlahan tenggelam menghadirkan ketenangan bagi setiap pengunjung yang datang.

Bendungan Colo menunjukkan bahwa perubahan musim tidak selalu menghadirkan keterbatasan. Bagi masyarakat sekitar, surutnya Bengawan Solo justru membuka ruang baru untuk beraktivitas, berkumpul, dan menikmati keindahan alam dari sudut yang berbeda. Di tengah kesederhanaannya, kawasan ini tetap menjadi salah satu tujuan favorit warga menghabiskan waktu menjelang senja.

Leave a Reply