Serunya Hari Kartini di PAUD Terpadu Islam Diponegoro Solo, Dihadiri Wawali

Serunya Hari Kartini di PAUD Terpadu Islam Diponegoro Solo, Dihadiri Wawali
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani berfoto bersama dengan murid di PAUD Terpadu Islam Diponegoro, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (25/4/2026) pagi. (Istimewa)

Lenteranusa.net, SOLO – Peringatan Hari Kartini di PAUD Terpadu Islam Diponegoro, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (25/4/2026) pagi, berlangsung seru dengan kehadiran Wakil Wali (Wawali) Kota Solo Astrid Widayani

Acara itu mengajak anak-anak tampil dengan busana adat dan beragam profesi/pekerjaan. Anak-anak tidak hanya diajak berekspresi, tetapi juga mulai memahami peran sosial di masyarakat. Pendekatan ini sekaligus memperkuat pendidikan karakter, rasa percaya diri, serta imajinasi anak tentang masa depan.

Astrid menyapa peserta dan mengaitkan setiap penampilan dengan program pembangunan di Kota Solo, mulai dari pelestarian budaya hingga penguatan sektor kesehatan dan ekonomi.

Antusiasme anak-anak yang mengenakan pakaian adat Jawa mendapat perhatian khusus dari Astrid. Wawali Solo menilai hal tersebut sebagai bentuk nyata pelestarian budaya yang perlu ditanamkan sejak dini.

Astrid Widayani menekankan pentingnya penanaman karakter, budaya, dan orientasi masa depan sejak usia dini. Kegiatan ini dinilai menjadi ruang strategis untuk mengenalkan nilai-nilai dasar melalui pendekatan kreatif yang dekat dengan dunia anak.

“Budaya itu tidak cukup hanya dikenalkan, tapi harus ditumbuhkan rasa bangganya. Ketika anak-anak sudah terbiasa memakai dan mengenal pakaian adat sejak kecil, mereka akan tumbuh dengan identitas yang kuat dan tidak mudah kehilangan jati diri di tengah perkembangan zaman,” kata Astrid melalui keterangan tertulis yang diterima Espos.

Saat berdialog dengan anak-anak yang mengenakan seragam profesi kesehatan, Astrid menegaskan pentingnya peran sektor kesehatan dalam pembangunan kota, sekaligus mendorong lahirnya generasi penerus di bidang tersebut.

Generasi Kreatif

“Kota Solo terus memperkuat layanan kesehatan, seperti posyandu plus dan berbagai program preventif lainnya. Ke depan, kita berharap akan lahir tenaga-tenaga kesehatan yang tidak hanya pintar, tetapi juga punya kepedulian tinggi terhadap masyarakat,” ujarnya.

Perhatian juga diberikan pada peran dunia usaha sebagai penggerak ekonomi daerah. Astrid menyambut baik anak-anak yang mulai memiliki cita-cita menjadi pengusaha sejak dini.

“Pertumbuhan kota juga sangat ditentukan oleh keberanian untuk berusaha. Kita butuh generasi yang kreatif, inovatif, dan berani mengambil peluang, karena dari situlah ekonomi bisa bergerak dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” tutur dia.

Selain itu, Astrid juga menyoroti pentingnya stabilitas dan keamanan sebagai fondasi pembangunan. Hal ini disampaikan seiring banyaknya anak yang mengenakan seragam TNI dan Polri dalam kegiatan tersebut, yang mencerminkan peran penting aparat dalam kehidupan bermasyarakat.

“Semua sektor punya peran, termasuk dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Tanpa situasi yang aman dan kondusif, pembangunan tidak akan berjalan optimal. Karena itu, kolaborasi dari berbagai unsur menjadi kunci agar kota ini bisa terus berkembang,” katanya.

Di akhir kegiatan, Astrid mengajak anak-anak untuk terus belajar dan membangun mimpi sejak dini sebagai bekal masa depan. “Jangan pernah takut untuk punya cita-cita besar. Terus belajar, terus mencoba, karena masa depan Kota Solo ada di tangan kalian. Dari sinilah akan lahir generasi yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” ungkap dia.

Leave a Reply