Lenteranusa.net, SRAGEN — Seorang pemuda asal Mojo Wetan, Kelurahan Sragen Kulon, Kabupaten Sragen, meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api (KA) Malioboro Express di perlintasan kereta api wilayah Beloran, perbatasan Kelurahan Sine dan Sragen Kulon, Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Korban diketahui bernama Tony Wanda Apriyanto, 25, warga Mojo Wetan, Kelurahan Sragen Kulon. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di antara dua jalur rel kereta api.
Peristiwa tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Keluarga korban yang sejak siang mencari keberadaan Tony akhirnya mengetahui kabar duka tersebut setelah menemukan sejumlah barang pribadi milik korban di sekitar lokasi kejadian.
Ibu korban, Reni Rosmalati, 43, tidak kuasa menahan tangis saat mengetahui anaknya meninggal dunia. Ia mengaku sebelumnya memiliki firasat tidak enak.
“Sebelumnya saya jagong di Karangmalang. Hati saya merasa tidak enak. Habis azan Zuhur tadi, saya mencari anak itu dan menemukan sepedanya di wilayah Beloran. Kemudian masuk di sebuah bekas warung. Saya menemukan dompet, ponsel, charger, rokok, dan kacamata anak saya. Saya melihat ke perlintasan KA ternyata anak saya sudah meninggal dunia tertemper kereta,” ujar Reni sambil menangis.
Menurut Reni, putranya baru pulang dari Jakarta, tempat korban bekerja. Ia mengaku melihat perubahan perilaku anaknya dalam beberapa waktu terakhir.
“Dia sempat bilang mau sekolah ke Jerman dan mencari KTP. Beberapa hari ini mondar-mandir tidak seperti biasanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Satpam Stasiun KA Sragen, Bambang Wijanarko, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari awak KA Malioboro Express mengenai adanya orang yang tertemper kereta di dekat perlintasan sebidang Beloran.
Petugas kemudian menuju lokasi dan menemukan seorang laki-laki telah meninggal dunia di tengah jalur rel.
“Dari keterangan warga setempat, korban sebelumnya sempat mondar-mandir di sekitar rel kereta api sebanyak tiga kali. Kemudian pada pukul 12.05 WIB korban dilaporkan tertabrak kereta. Saat kejadian, laju kereta sudah melambat karena akan berhenti di Stasiun Sragen yang jaraknya tidak jauh dari lokasi,” jelas Bambang.
Kereta yang terlibat dalam peristiwa tersebut adalah KA Malioboro Express dengan nomor perjalanan KA 170 yang melayani rute Bandung–Malang.
Sekretaris PSC 119 Sukowati Sragen, Nengah Adnyana Oka Manuaba, mengatakan pihaknya menerima laporan dari Satpam Stasiun KA Sragen terkait adanya korban tertemper kereta api di Beloran, Sragen Kulon.
Tim PSC kemudian berkoordinasi dengan Puskesmas Sragen Kota, PMI Sragen, serta unsur relawan lainnya untuk melakukan penanganan di lokasi.
“Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara oleh Unit Inafis Polres Sragen, jenazah korban kemudian dievakuasi ke Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen menggunakan ambulans PMI Sragen,” ujar Oka.
Ia menjelaskan korban mengalami luka berat akibat benturan keras dengan kereta api.
Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, antara lain PSC 119 Sukowati Sragen, Puskesmas Sragen Kota, PMI Sragen, petugas KAI, Polri, Unit Inafis Polres Sragen, Tagana, SAR PSHT Karangmalang, Pramuka Peduli, Banser, Relawan Mojo Bersatu, RTB Saradan, dan warga sekitar.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut. Sementara itu, keluarga korban telah menerima musibah yang terjadi dan menunggu proses pemulasaraan jenazah di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.

Leave a Reply