Lenteranusa.net, WONOGIRI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri menggelar Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (Pilketos) Serentak 2026 di 33 SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Wonogiri. Langkah ini menjadi sarana bagi pelajar untuk mengenal praktik demokrasi sekaligus belajar tentang kepemimpinan, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap perbedaan pilihan.
Rangkaian kegiatan Pilketos Serentak 2026 ditutup dengan pengukuhan para ketua OSIS oleh Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Rabu (28/10/2026). Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Pengukuhan ketua OSIS secara serentak itu menjadi yang pertama kali dilaksanakan di Wonogiri. Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya memberikan ruang kepada generasi muda untuk mempraktikkan nilai-nilai demokrasi sejak berada di bangku sekolah.
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, mengapresiasi KPU Wonogiri dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pilketos Serentak 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki karakter dan kemampuan kepemimpinan.
Para ketua OSIS yang telah dikukuhkan, lanjut Setyo, diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik, mengembangkan kemampuan berorganisasi, serta menjadi teladan bagi siswa lainnya di lingkungan sekolah.
“Pada momentum Hari Sumpah Pemuda pengukuhan ketua dan pengurus OSIS ini diharapkan memperkuat peran pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Pembekalan karakter, kepemimpinan, dan semangat persatuan juga akan didorong agar generasi muda mampu berkontribusi terhadap kemajuan daerah maupun bangsa,” kata Bupati Setyo dilansir dari keterangan tertulis.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, Satya Graha, mengatakan Pilketos Serentak dirancang sebagai laboratorium demokrasi bagi pelajar. Melalui program tersebut, siswa diharapkan dapat memahami proses demokrasi secara lebih utuh karena mendapatkan pengalaman langsung dalam penyelenggaraan pemilihan.
Melalui Pilketos, kata dia, siswa tidak hanya mempelajari demokrasi secara teori di ruang kelas. Mereka juga terlibat langsung dalam proses pemilihan yang mengadopsi mekanisme Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Tahapan pemilihan meliputi pendaftaran pemilih, kampanye, debat kandidat, hingga pemungutan dan penghitungan suara. Seluruh proses itu diharapkan memberikan pengalaman nyata kepada pelajar mengenai tata cara pemilihan yang demokratis sekaligus membangun kesadaran untuk menghormati hasil keputusan bersama.
Menurut Satya, pengalaman mengikuti Pilketos dapat menjadi bekal bagi siswa ketika kelak menggunakan hak pilih dalam Pemilu maupun Pilkada. Selain memahami prosedur pemilihan, pelajar juga diharapkan mampu menilai calon pemimpin secara kritis dan rasional.
“Melalui kegiatan ini, kita persiapkan calon pemimpin yang berintegritas dan aspiratif, penyelenggara pemilihan yang berintegritas dan profesional, serta pemilih pemula yang kritis, cerdas, dan rasional,” kata Satya kepada Espos, Kamis (29/10/2026).
Ia berharap Pilketos Serentak tidak berhenti sebagai agenda pemilihan ketua OSIS semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana pendidikan pemilih bagi generasi muda untuk membangun budaya demokrasi yang sehat.
Dengan pelaksanaan Pilketos di 33 sekolah, KPU Wonogiri berupaya mendekatkan pendidikan demokrasi kepada pelajar melalui praktik langsung. Pengalaman tersebut diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa demokrasi tidak hanya berlangsung dalam pemilihan pemimpin di tingkat nasional maupun daerah, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah.
“Melalui pembelajaran sejak dini, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mampu menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab, menghargai perbedaan, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” pungkasnya.

Leave a Reply