Kapolresta Solo Gandeng Ponpes Budi Utomo Edukasi 2.000 Santri

Kapolresta Solo Gandeng Ponpes Budi Utomo Edukasi 2.000 Santri
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Surakarta H. Muhammad Zain (dua dari kiri), pimpinan Ponpes Budi Utomo Surakarta KH. M. Thoyibun (tiga dari kiri), dan Kapolresta Solo AKBP Condro Sasongko (tiga dari kanan) berdoa bersama di Ponpes Budi Utomo Solo, Jumat (6/11/2026). (Daerah/Wahyu Prakoso)

Lenteranusa.net, SOLO — Kapolresta Solo AKBP Condro Sasongko berkunjung ke Pondok Pesantren Budi Utomo Solo, Kelurahan/Kecamatan Banjarsari, Solo, Jumat (6/11/2026) siang.

Kunjungan tersebut diterima Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Solo, H. Muhammad Zain, pimpinan Ponpes Budi Utomo Surakarta, KH. M. Thoyibun, serta sejumlah pimpinan lainnya.

KH. M. Thoyibun menjelaskan Ponpes Budi Utomo Solo dan Polresta Solo akan bekerja sama untuk memberikan wawasan kepada para santri. Total ada sekitar 2.000 santri dari berbagai daerah maupun negara yang belajar di Ponpes Budi Utomo Solo.

“Polresta Solo mungkin ke depan akan menyampaikan materi mengenai keamanan, tertib lalu lintas, larangan mengonsumsi minuman keras, dan larangan narkoba,” kata dia kepada wartawan seusai pertemuan dengan Kapolresta Solo.

Menurut dia, Ponpes Budi Utomo merupakan lembaga yang menorehkan prestasi dengan meraih juara I sebagai Pondok Pesantren Ramah Anak se-Kota Solo 2026.

“Kalau anti-perundungan di sini memang sudah biasa, kami selalu mengevaluasi tentang kondisi anak-anak, memantau bagaimana pergaulannya, dan kehidupan sosial setiap hari,” ungkap dia.

Dia menjelaskan upaya tersebut dilakukan agar Ponpes Budi Utomo Solo aman dan bebas perundungan. Setiap santri saling menghormati, menghargai, dan mencintai satu sama lain.

“Santri yang masuk sini, pertama kami masukkan camp, kami didik semua, harus satu visi, satu misi, satu tujuan, satu agama, satu bangsa, satu negara. Tujuannya sama semua, maka semua harus bantu-bantu, tolong-menolong, tidak boleh mengejek satu sama lain. Dan kuncinya harus saling membantu satu sama lain dan tidak boleh menjatuhkan, tidak boleh menghina, tidak boleh mengejek, tidak boleh merugikan, harus memberikan pertolongan kepada teman atau saudara-saudaranya yang satu kelas atau yang lain,” ungkap dia.

Sementara itu, Condro Sasongko mengapresiasi Ponpes Budi Utomo Solo yang meraih penghargaan juara I sebagai Pondok Pesantren Ramah Anak se-Kota Solo dari Pemkot Solo pada 2026.

Menurut dia, Ponpes Budi Utomo Solo bisa menjadi inspirasi bagi pondok pesantren lainnya. Jika semua pondok pesantren aman dan bebas perundungan, Kota Solo juga akan aman.

Leave a Reply