Lenteranusa.net, SOLO — Petugas dan warga mengikuti Simulasi Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 di Jalan Sungai Serang, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Kamis (29/10/2026). Kegiatan yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo itu melatih kesiapan menghadapi bencana, terutama banjir dan pohon tumbang di kawasan permukiman rawan banjir.
Dalam simulasi tersebut, petugas mempraktikkan evakuasi korban yang tertimpa pohon tumbang, sementara warga berlatih mengevakuasi korban banjir. Simulasi juga menggambarkan proses pemindahan warga ke tempat pengungsian, termasuk membawa hewan peliharaan, serta pemeriksaan kesehatan korban setelah dievakuasi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan petugas dan masyarakat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi saat memasuki periode peralihan menuju musim hujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di 529 Zona Musim (ZOM), atau 61,08% wilayah Indonesia, mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normal.
BMKG menyebut fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang mengarah ke fase positif turut memengaruhi kondisi iklim dan membuat musim hujan diperkirakan datang lebih lambat.
Di Jawa Tengah, awal musim hujan 2026/2027 secara umum diprediksi terjadi pada November hingga Desember 2026. Sementara itu, puncak musim hujan diperkirakan berlangsung pada Januari hingga Februari 2027.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, tanah longsor, dan angin kencang, terutama pada masa peralihan musim.
Kesiapsiagaan menghadapi bencana membutuhkan keterlibatan petugas dan masyarakat. Pengenalan jalur evakuasi, koordinasi saat keadaan darurat, serta pemahaman mengenai langkah penyelamatan diharapkan dapat membantu mengurangi risiko dan dampak bencana.

Leave a Reply