Gedung Kecamatan di Sragen Dicat Kuning, Anggaran Penataan Rp20 Juta

Gedung Kecamatan di Sragen Dicat Kuning, Anggaran Penataan Rp20 Juta
Kondisi Kantor Kecamatan Gesi, Sragen, terlihat dengan warna dominan kuning, Senin (26/10/2026). (Istimewa/Pemkec Gesi Sragen)

Lenteranusa.net, SRAGEN — Program glowingisasi kecamatan di wilayah Kabupaten Sragen terus bergulir. Selain menata wajah kecamatan, sejumlah gedung kantor kecamatan di Sragen kini berubah warna dengan dominasi kuning.

Salah satunya Kantor Kecamatan Gesi, Sragen, yang belakangan ini dicat kuning. Pengecatan tersebut masih berlangsung hingga Senin (26/10/2026). Pengecatan gedung kantor kecamatan menjadi bagian dari program glowingisasi yang digagas Bupati Sragen Sigit Pamungkas. Bupati diketahui diusung Partai Golkar Sragen yang bersimbol warna kuning.

Plt. Camat Gesi, Sragen, Dion Henry Wibowo, saat dihubungi Espos, Senin (26/10/2026), menjelaskan proses pengerjaan penataan dan pengecatan ulang gedung kantor kecamatan tersebut telah berlangsung selama beberapa hari dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

“Ini bagian dari glowingisasi penataan lingkungan kantor kecamatan. Pengerjaannya sudah berjalan sekitar lima hari dan diprediksi selesai sekitar 28 Oktober 2026 mendatang,” ujar Dion.

Dion menyebut pengecatan dengan dominasi warna kuning tersebut merupakan bentuk penyesuaian dengan beberapa kantor kecamatan lain di wilayah Kabupaten Sragen yang sudah lebih dahulu melakukan pengecatan serupa. Kantor kecamatan yang sudah dicat kuning di antaranya Tanon, Kedawung, Ngrampal, hingga Sumberlawang.

“Tidak ada surat edaran khusus, melainkan inisiatif sendiri untuk penyesuaian estetika gedung pelayanan. Cat yang lama sudah mulai kusam dan berjamur, sehingga kami perbarui agar lebih tahan lama dan sedap dipandang,” jelasnya.

Kendati didominasi warna terang seperti kuning dan krem, Dion menegaskan penataan warna gedung tetap memadukan beberapa aksen warna lain untuk menjaga keserasian lingkungan.

“Aksen warna lain seperti hijau dan kombinasi biru-putih pada trotoar tetap kami pertahankan dan dipadukan agar pengerjaannya terlihat rapi dan menarik,” ujarnya.

Selain pengecatan ulang, Dion mengatakan program glowingisasi juga menyentuh bangunan dan pagar utama serta pemasangan lampu hias di sepanjang trotoar depan kantor kecamatan. Menurut dia, langkah ini diambil untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi masyarakat setempat, khususnya pedagang dan warga yang memanfaatkan area publik pada malam hari.

“Trotoar depan tidak diganti pavingnya, melainkan ditambahi penerangan dan lampu hias seperti konsep trotoar di tingkat kabupaten. Harapannya, area publik ini bisa lebih hidup, aman, dan nyaman untuk tempat berkumpul warga maupun aktivitas UMKM lokal,” tutur Dion.

Untuk pengerjaan pembenahan pagar dan penataan awal tersebut, Dion menyebut anggaran yang dialokasikan berkisar Rp20 juta.

“Proses utamanya sudah hampir selesai, tinggal pengerjaan detail kecil-kecil (pernak-pernik) serta pemasangan instalasi lampu hias pendukung,” jelasnya.

Leave a Reply