Ditarget Selesai Desember, Perbaikan Jalan Lingkar Delanggu Pakai Metode Baru

Ditarget Selesai Desember, Perbaikan Jalan Lingkar Delanggu Pakai Metode Baru
Plt Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi bersama tim teknis DPUPR mengecek perbaikan jalan lingkar Delanggu, Senin (2/11/2026). (Espos/Taufiq Sidik Prakoso)

Lenteranusa.net, KLATEN – Perbaikan jalan lingkar barat Delanggu ditargetkan rampung 11 Desember 2026. Perbaikan menggunakan teknik baru untuk memperkuat lapisan atas jalan.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Klaten, Mahanni Yulindha Pratiwi, menjelaskan perbaikan jalan lingkar tersebut menunjukkan perkembangan positif dan ditargetkan selesai maksimal pada 11 Desember 2026.

Linda Benny menjelaskan pelapisan atas pada ruas tersebut menggunakan metode baru dan kali pertama dilakukan di Klaten. Hal itu untuk mengatasi permasalahan jalan di ruas tersebut yang cepat rusak setiap kali diperbaiki.

“Jadi kemarin itu beberapa kali hanya ditumpuk aspal cukup tebal sekitar 5 sentimeter. Karena itu musim hujan terus kontur tanah juga tidak menentu akhirnya menimbulkan kerusakan yang signifikan. Terus ini kami coba metode baru tadi dengan tebal hanya 2 sentimeter saja dan ada campuran semennya. Kami harapkan nanti perbaikan jalan ini bisa lebih rapat lagi, bisa lebih aman lagi dan tanpa sliding. Kalaupun misalnya nanti ada kerusakan atau pemeliharaan, tidak begitu signifikan dan membahayakan,” kata Linda saat ditemui di sela pengecekan jalan lingkar Delanggu, Senin (2/11/2026).

Linda berharap perbaikan bisa selesai tepat waktu dan konstruksi jalan jauh lebih baik. “Jadi nanti untuk angkutan-angkutan umum sebelum tahun baru bisa melintasi jalan ini dengan nyaman dan juga persiapan untuk Lebaran, biasanya Jalan Lingkar Delanggu itu juga untuk pengalihan biar di jalur Solo-Jogja enggak macet. Jadi saya minta doanya semoga pekerjaannya berjalan dengan lancar hingga nanti masyarakat bisa lewat sini dengan nyaman,” jelas Linda.

Kabid Bina Marga DPUPR Klaten, Tri Siwidodo, menjelaskan perbaikan dilakukan dalam rentang 115 hari. Saat ini, waktu perbaikan sudah separuh jalan. “Kami punya waktu kalau sampai 11 Desember itu ya sekitar 40 hari. 40 hari ini progresnya sebenarnya sudah 69 persen,” kata Tri saat ditemui di sela perbaikan.

Tri mengungkapkan panjang ruas lingkar Delanggu yang diperbaiki 1,7 km dari total panjang 3 km. Jalan yang diperbaiki dari traffic light Subterminal Delanggu hingga traffic light di dekat SPBU Krecek. Pagu anggaran perbaikan jalan sekitar Rp2,5 miliar.

Perbaikan dengan mengupas aspal lama serta pengecekan pada cor beton lama. Beberapa lokasi yang cor betonnya rusak diperbaiki. “Nanti, jalan kami tutup aspal baru dengan konstruksi baru bernama LTBA [Lapis Tipis Beton Aspal] setebal 2 sentimeter. Untuk lebar jalan 6 meter dan diujung [dekat Subterminal Delanggu] 10 meter sampai 12 meter,” kata Tri.

Pelapisan atas dengan metode LTBA diharapkan memperkuat konstruksi jalan yang kerap dilewati kendaraan berat itu. Selama ini, ruas tersebut kerap diperbaiki. Namun, tak lama kondisi jalan rusak dan bergelombang. “Mudah-mudahan menjadi solusi konstruksi yang tepatlah. LTBA itu aspal tetapi ada unsur campuran termasuk semen. Selama ini kan pekerjaan aspal itu murni inti aspal sama agregat. Ini kami campur semen biar lebih kuat dan tidak gampang sliding,” ungkap Tri.

Salah satu warga Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Widodo, 50, mengungkapkan kondisi jalan terutama dari Subterminal Delanggu hingga di simpang tiga di wilayah Sribit kerap rusak tak lama setelah diperbaiki. Dia menjelaskan ruas tersebut menjadi perlintasan kendaraan dengan muatan berat.

Leave a Reply