BGN Bantah Anak Balita di Cianjur Meninggal Usai Konsumsi MBG

BGN Bantah Anak Balita di Cianjur Meninggal Usai Konsumsi MBG
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menangis saat memberikan keterangan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Jumat (26/9/2025). ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Lenteranusa.net, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara terkait kabar yang menyebut seorang penerima manfaat balita bernama M. Abdul Bais di Cianjur meninggal dunia akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.

“Tidak benar meninggalnya bayi usia 2 tahun di Cianjur karena Program MBG,” tegas Nanik di Jakarta, Minggu (26/4/2026).

Nanik mengatakan makanan MBG diberikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles kepada penerima manfaat pada 14 April 2026 dan langsung dikonsumsi pada hari yang sama. Menu yang disajikan meliputi mi kecap, telur dadar, susu, dan buah.

Pada malam harinya serta keesokan pagi, orang tua anak memberikan tambahan makanan berupa apel dan susu formula yang dibeli secara mandiri, di luar program MBG.

Gejala baru muncul dua hari kemudian, tepatnya pada 16 April 2026, saat anak mulai mengalami muntah-muntah. Dia menyebut, dari total 2.174 penerima manfaat yang menerima MBG pada 14 April, tidak ada satu pun yang mengalami gangguan pencernaan.

“Hal ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam kondisi aman dan layak konsumsi,” ujarnya yang dikutip dari keterangan resmi.

Nanik menambahkan, anak balita itu terakhir mengonsumsi MBG pada Selasa, 14 April 2026. Pada Rabu, 15 April 2026, anak tersebut tidak mengonsumsi MBG karena menolak makan. Gejala kemudian muncul pada Kamis, 16 April 2026 sekitar pukul 06.00 pagi, berupa muntah dan diare.

BGN pun menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya penerima manfaat 3B tersebut. “Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda M. Abdul Bais. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ungkap Nanik.

Pengakuan Orang Tua

Secara terpisah, ayah almarhum, Sahjanudin, 41, memastikan bahwa kematian anaknya tidak berkaitan dengan Program MBG.

“Saya orang tua dari Abdul Bais menyatakan kematian anak saya ini murni karena sakit. Enggak ada hubungannya dengan dapur MBG SPPG Sukasirna 02 Leles,” ucapnya.

BGN menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara ketat terhadap pelaksanaan Program MBG guna memastikan keamanan serta kualitas makanan bagi seluruh penerima manfaat.

Leave a Reply