Lenteranusa.net, SOLO – Nyeri sendi dan keterbatasan fisik yang sering dialami para lansia menyebabkan olahraga berat seperti lari dan angkat beban menjadi kurang aman. Di sinilah olahraga renang bisa menjadi sahabat terbaik lansia dengan segudang manfaat kesehatan.
Melansir laman Kemenkes, renang merupakan salah satu cabang olahraga akuatik, di mana kecepatan gerakan kaki dan tangan menjadi kunci utama agar tubuh dapat terus mengapung di air.
Dalam studi berjudul Manfaat Olahraga Bagi Lanjut Usia (2015) yang diterbitkan Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga UNY, olahraga yang dianjurkan oleh para ahli untuk orang lansia adalah jenis olahraga yang bersifat aerobik, seperti jalan kaki, senam, dan berenang.
Bagi orang lansia, ada beberapa manfaat berenang yang bisa didapatkan, antara lain:
Minim Cedera Sendi
Berenang tergolong sebagai jenis olahraga ramah sendi (low-impact), memungkinkan tubuh tetap bergerak aktif dan membakar kalori tanpa risiko cedera tinggi. Olahraga ini sangat cocok bagi lansia yang menderita nyeri sendi, radang sendi, hingga masalah saraf terjepit
Membantu Menyangga Beban Tubuh
Daya apung (buoyancy) air mampu menopang hingga 90% berat tubuh saat berenang, sehingga tulang belakang, lutut, dan persendian lain tidak menanggung beban berat seperti saat berjalan atau berlari di darat.
Latihan Beban Alami
Resistensi air di kolam renang bertindak sebagai latihan beban alami karena massa jenis air jauh lebih padat daripada udara. Gaya dorong ini memaksa hampir seluruh kelompok otot utama seperti bahu, dada, punggung, otot inti (core), dan kaki bekerja secara bersamaan.
Melatih Keseimbangan Fisik
Latihan sederhana seperti berjalan di dalam air dapat melatih keseimbangan dan koordinasi, sebab tubuh harus bekerja ekstra untuk menjaga stabilitas di tengah tekanan air. Proses ini secara bertahap memperkuat kemampuan tubuh lansia untuk merespons perubahan posisi untuk mencegah risiko lansia terpeleset atau jatuh.
Pereda Stres Mental
Sensasi air yang menyentuh kulit dan ritme pernapasan yang teratur saat berenang memicu efek meditatif pada otak. Aktivitas ini merangsang pelepasan endorfin, yaitu hormon pemicu kebahagiaan alami sekaligus menurunkan kadar hormon stres (kortisol) di dalam tubuh.
Ada beberapa variasi latihan air yang aman dan menyenangkan untuk dilakukan lansia, antara lain berjalan di air (water walking), senam ritmik air (water aerobics), yoga air, berenang bebas santai, hingga latihan kaki dan tangan dengan alat bantu.
Usia senja bukanlah halangan bagi para lansia untuk tetap aktif berolahraga. Berenang membuktikan bahwa menjaga kebugaran tubuh dapat dilakukan dilakukan dengan cara yang aman, menyenangkan, dan menyegarkan.
Artikel ini ditulis oleh Marvella, mahasiswa Ilmu Komunikasi (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang sedang magang di Daerah Media Group.

Leave a Reply