Lenteranusa.net, SOLO — Persaingan sengit di Velodrome Manahan, Solo, Minggu (25/10/2026), berbuah manis bagi kontingen Kota Solo. Atlet balap sepeda Andrean Chandra Agung sukses merebut medali emas nomor 1.000 meter individual pursuit putra pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Kemenangan Andrean terasa istimewa karena diraih dengan selisih waktu yang sangat tipis. Atlet berusia 19 tahun itu membukukan catatan waktu 1 menit 8,657 detik, unggul hanya 0,122 detik atas pesaingnya dari Kota Semarang yang finis dengan waktu 1 menit 8,779 detik.
Ketatnya persaingan membuat setiap detik menjadi penentu kemenangan. Andrean pun sukses menuntaskan perlombaan dengan hasil yang melampaui target awal tim pelatih.
Pelatih balap sepeda kontingen Kota Solo, Mohammad Mayasin, mengaku bersyukur atas keberhasilan anak asuhnya tersebut. Menurut dia, persaingan di nomor 1.000 meter individual pursuit berlangsung sangat ketat, termasuk dalam perebutan posisi ketiga.
“Alhamdulillah, perlombaan hari ini itu bisa kita menangkan, biarpun selisihnya dengan pesepeda lain sangat ketat sekali, cuma sekian detik saja,” ujar Mayasin.
Sempat Diragukan, Malah Pecahkan Rekor Pribadi
Medali emas tersebut juga menjadi kejutan bagi Andrean sendiri. Mahasiswa semester pertama jurusan Manajemen Bisnis Universitas Atma Jaya Yogyakarta itu mengaku tidak menyangka mampu menjadi yang tercepat, terlebih catatan waktunya selama latihan belum menunjukkan hasil sebaik saat perlombaan.
Sebelumnya, catatan terbaik Andrean berada di kisaran 1 menit 9 detik. Bahkan, pada sesi latihan terakhir, waktunya sempat merosot hingga 1 menit 15 detik.
Namun, ketika tampil di Velodrome Manahan, Andrean justru mampu mencatatkan waktu 1 menit 8,657 detik. Hasil tersebut menjadi rekor pribadi baru baginya.
“Pertandingan hari ini lumayan berat ya, soalnya di outdoor, biasanya velodrome indoor. Jadi, anginnya lumayan agak kencang. Tapi puji Tuhan bisa dapat nomor satu tadi, emas. Jadi ya terbayarkanlah latihan selama ini,” kata Andrean.
Dia mengungkapkan, persiapan khusus untuk nomor velodrome dilakukan selama sekitar dua bulan. Sebelumnya, Andrean masih mengikuti sejumlah balapan tur sebelum memusatkan perhatian pada nomor yang dipertandingkan di Velodrome Manahan.
Selama masa persiapan, dia menjalani latihan setiap hari demi meningkatkan performa. Kerja keras itu akhirnya terbayar dengan medali emas sekaligus pencapaian waktu terbaik sepanjang kariernya.
“Wah, saya enggak mengira sih. Soalnya waktu latihan, waktu saya enggak pernah sebagus ini. Jadi ini juga rekor saya, 1 menit 8 detik,” ungkapnya.
Lawan Atlet Timnas, Andrean Tetap Fokus
Dalam perlombaan tersebut, Andrean menyebut atlet nasional Sabit sebagai salah satu pesaing terberatnya. Namun, kondisi lawan yang mengalami kendala saat pertandingan turut memengaruhi persaingan di lintasan.
Meski demikian, Andrean tetap harus memaksimalkan penampilannya sendiri untuk membukukan waktu terbaik dan mengamankan posisi teratas.
Keberhasilan ini menjadi tambahan motivasi bagi Andrean yang masih berusia 19 tahun. Selain menjalani aktivitas sebagai mahasiswa, dia terus menekuni dunia balap sepeda dan berjuang mengharumkan nama Kota Solo di ajang olahraga tingkat provinsi.
Andrean juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan selama menjalani persiapan hingga pertandingan.
Belum Puas, Bidik Dua Emas Lagi
Keberhasilan Andrean merebut emas nomor 1.000 meter individual pursuit belum menjadi akhir perjuangan tim balap sepeda Kota Solo. Kontingen masih memiliki peluang menambah pundi-pundi medali pada pertandingan berikutnya.
Pelatih Mohammad Mayasin menyebut Andrean masih akan tampil pada nomor keirin dan scratch. Selain Andrean, Pratama Kristanto dan Bilyen Fawwaz juga dijadwalkan berlaga pada nomor yang tersisa.
Mayasin berharap anak asuhnya kembali memberikan hasil terbaik pada pertandingan selanjutnya.
Sementara itu, Andrean menegaskan dirinya tidak ingin cepat berpuas diri setelah meraih emas pertama. Dia membidik prestasi serupa pada dua nomor yang akan diikutinya.
“Targetnya pasti juga emas lagi seperti hari ini,” tegas Andrean.
Emas dari nomor 1.000 meter individual pursuit ini menjadi bukti bahwa hasil maksimal bisa lahir dari kerja keras dan keberanian menghadapi persaingan ketat. Bagi Andrean, kemenangan di Velodrome Manahan bukan hanya soal naik podium, tetapi juga pencapaian rekor pribadi yang membuka peluang untuk kembali mengukir prestasi di Porprov Jateng 2026.

Leave a Reply